HEADLINE NEWS

Ayah Tiri Cabuli Anaknya Berusia 9 Tahun  Sampai 9 Kali

By On Februari 21, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM--Sungguh biadap apa yang dilakukan Edi (42) buruh bangunan warga Jalan PPKR Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur. Edi nekat mencabuli anak tirinya NSB (9) yang statusnya masih pelajar.

Parahnya, aksi bejat ayah tiri ini baru ketahuan saat akan melakukan pencabulan yang ke 10 kali nya. Atas perbuatannya NSB mengalami trauma yang mendalam.

Menurut keterangan Edi aksi bejatnya pertama kali dilakukan pada bulan Februari 2020. Waktu itu keadaan rumah lagi sepi karena istrinya lagi pergi kerja. Tiba-tiba sekira jam 5.30 WIB nafsu birahinya timbul. Dan melihat anak tirinya lagi tidur Edi mencoba menggerayangi.

Putri tirinya sempat berontak dan melawan, tapi karena diancam di bunuh ayahnya NSB hanya bisa menangis dan ketakutan. Aksi bejat Edi yang pertama pun berhasil. Rupanya aksi bejat itu berulang-ulang dilakukan selama kurun waktu 2 bulan lamanya.

Nah rupanya Edi mengalami kesialan. Saat akan melakukan aksi bejatnya yang ke 10 tepatnya pada Kamis (20/2/2020) pagi, dia ketahuan istrinya. Sontak saja ibu NSB marah dan melaporkan ke saudara dan tetangganya. Lalu tak lama diteruskan ke unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih. Edi pun akhirnya ditangkap.

Dihadapan penyidik Edi mengakui telah 9 kali melakukan pencabulan. Dalam aksinya kerap mengancam dan mengimingi uang. "Setiap pagi aku melakukan pencabulan itu. Nah yang ke 10 baru ketahuan. Nafsu aja pak aku melihatnya," akunya tanpa ada wajah penyesalan.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH menjelaskan, pelaku mengakui telah 9 kali melakukan pencabulan. Aksinya dilakukan saat istri kerja dan keadaan rumah sedang sepi. "Pelaku kita ancam pasal 81 undang-undang No 35 tahun 2014 tentang persetubuhan anak dibawah umur serta undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 10-20 tahun kurungan penjara," pungkasnya. AYJ

Terlilit Hutang, Eti Susanti Lakukan Rekayasa Perampokan dan Penyekapan

By On Februari 21, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM---Sempat membuat geger masyarakat Prabumulih, akhirnya kasus perampokan dan penyekapan yang terjadi di Toko Zahwa Textil terkuak. Dari hasil penyelidikan yang penuh kejanggalan dan keterangan berbelit-belit diketahui hanya rekayasa.

Eti Susanti (30) yang merupakan pembantu sekaligus pengasuh anak majikannya, melakukan rekayasa dengan mengaku akan dibunuh sertai mulut, kakik, tangan dilakban oleh 2 perampok karena ingin mengambil uang majikannya. Pelaku warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur baru bekerja 1,5 bulan ini ternyata banyak terlilit hutang.

Setelah di intrograsi cukup lama dan pemeriksaan saksi dan TKP, Eti dihadapan penyidik Satreskrim Polres Prabumulih mengakui perbuatannya. Dirinya nekat berbuat konyol karena faktor ekonomi dan terlilit hutang. Menurut Eti aksi sinetronnya itu dilakukan ketika majikannya Lia Asmara pergi keluar beli susu. Lalu ia mengambil uang yang di simpan dalam laci meja kasir senilai kurang lebih Rp10 juta.

Setelah uang diambil, dirinya melakukan adegan mengambil lakban warna coklat untuk melakban mulut serta kedua kaki dan tangannya. Selanjutnya ia merebahkan badannya di lantai dekat dapur yang ada di lantai dasar toko tersebut. Tidak lama kemudian, Lia majikannya usai menjemput anaknya sekolah datang membuka pintu toko dan melihat Eti dalam keadaan terikat. Lia pun histeris dan berteriak meminta tolong.Teriakan Lia pun membuat heboh warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

"Ya pak itu hanya rekayasa bae. Aku terpaksa ngambil duet majikan karena terlilit hutang, apalagi butuh buat bayar anak sekolah dan makan sehari hari. Aku khilaf saat liat majikan aku nyimpen duet di laci. Makanya tiba-tiba ada kepikiran ngambil duet itu. Aku bener-bener nyesel," ungkapnya, Kamis (20/2/2020) malam.

Menanggapi hal itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH mengatakan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP dan pengakuan pelaku pihaknya telah curiga. Karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan dan keterangan yang berbelit-belit. Kecurigaan kita makin menguat setelah mendapati potongan lakban di dalam tong sampah serta sisa lakban yang disembunyikan di bawah kompor gas.

"Semalam setelah diperiksa pelaku mengakui hanya melakukan rekayasa perampokan. Eti itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan semalam langsung kita tahan. Terkait pemberitaan yang sudah heboh mau gimana lagi. Tapi Alhamdulilah kasus ini terbongkar," pungkasnya. AYJ


Kejari Prabumulih Tahan DI Terkait Kasus Korupsi Parkir Di Dishub

By On Februari 20, 2020

PRABUMILIH.REPSUS.COM---Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Prabumulih resmi menahan DI pengelola Parkir. Ini dikarenakan berkas tahap II dugaan korupsi retribusi parkir di Diknas Perhubungan (Dishub) yang telah dilimpahkan Tipikor Satreskrim Polres Prabumulih dinyatakan lengkap.

DI langsung dibawa ke Lapas Tipikor Palembang. Sementara itu, SF Pengguna Anggaran (PA) yang juga mantan Kadishub kota Prabumulih diduga turut serta dalam kasus korupsi belum ditahan. Hal ini dikarenakan SF kondisi kesehatan tidak memungkinkan alias sakit. Makanya, belum dilakukan penahanan sementara waktu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus, Wan Susilo Hadi SH mengatakan, DI ditahan karena berkasnya dinyatakan lengkap. "Resmi ditahan dan DI langsung kita bawa ke Lapas Tipikor Palembang. Berkas perkara dugaan kasus korupsi tahap II sudah lengkap," ungkapnya, Kamis (20/2/2020).

Kasi Pidsus menambahkan, untuk tersangka PA dan SF akan dijadwalkan ulang pemeriksaan dan penahanannya. “Karena tersangka SF mengalami sakit, jadi tidak memungkinkan untuk ditahan. Akan dijadwal ulang untuk pelimpahan tahap II tersangka SF. Setelah kondisinya pulih dan diserahkan juga akan ditahan," tegasnya.

Kedua tersangka, lanjut Kasi Pidsus, dijerat dengan Pasal 2 dan 3 junto Pasal 55 Undang-Undang (UU) 2001 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor). “Ancamannya 20 tahun penjara untuk kedua tersangka dijerat,” katanya.

Untuk diketahui, kasus parkir itu sendiri telah lama ditangani petugas kepolisian polres Prabumulih. Proyek parkir itu sendiri menggunakan dana APBD 2015 sebesar Rp 650 juta. Kasus parkir tersebut dari target ditetapkan misalnya Rp 650 juta tapi disetor hanya sebagian dan karena dilelang maka harus memenuhi kewajiban seperti ditentukan di kontrak tapi ternyata tidak.
Kekurangan yang tidak dipenuhi itulah yang diduga dinikmati oleh pihak ketiga, istilahnya semestinya harus stor 600 tapi yang distor hanya 200 misalnya. AYJ





15,27 Gram Sabu dan Senpi Beserta 7 Amunisi Diamankan Satres Narkoba

By On Februari 20, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM--Keberadaan bandar narkoba jenis sabu di Kelurahan Payuputat memang sudah tercium lama oleh jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Prabumulih. Amirudin (54) sang bandar narkoba, Jumat (20/2/2020) pukul 02.15 WIB itu pun berhasil ditangkap petugas.

Dari penggrebekan di rumah Amirudin di Kelurahan Payuputat RT 01 RW 01 Desa Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat, anggota Satres Narkoba Polres Prabumulih berhasil mengamankan 1 plastik sabu-sabu seberat 9,80 gram, dan 5  paket kecil sabu dengan berat bruto 5,47 gram jika ditotalkan keseluruhan berat sabu mencapai 15,27 gram.

Tak hanya sabu-sabu, polisi juga berhasil menemukan 1 buah senpi rakitan dan 7 (butir amunisi terdiri dari 5  butir amunisi laras panjang dan 2  butir amunisi laras pendek. Serta 1 unit timbangan digital beserta kantong klip bening. Demi kepentingan penyelidikan Amirudin dan barang bukti digelandang ke Polres Prabumulih.

Informasi yang dihimpun penangkapan bandar sabu Amirudin berawal banyak laporan ke anggota Satres Narkoba yang menyatakan kediaman Amirudin kerap dijadikan tempat transaksi sabu-sabu. Setelah beberapa jam di intai aktivitas Amirudin ketahuan dan info yang di dapat pun benar adanya. Lalu pada Jumat (20/2/2020) pukul 02.15 WIB, petugas lalu melakukan penggrebekan.

Amirudin yang rumahnya sudah terkepung tidak sempat melarikan diri. Ia hanya bisa pasrah saat digrebek petugas. Amirudin disuruh menunjukan barang bukti sabu-sabu yang kerap ia edarkan yang disaksikan pemerintah setempat. Dari hasil penggeledahan ditemukan sabu-sabu dan senjata api rakitan.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama SH mengatakan pelaku merupakan bandar narkoba yang memang jadi target operasi. Dari tangannya ditemukan 1 plastik sabu-sabu seberat 9,80 gram, dan 5  paket kecil sabu dengan berat bruto 5,47 gram jika ditotalkan keseluruhan berat sabu mencapai 15,27 gram.

"Pelaku kita kenakan dua pasal yakni tentang narkotika dan undang-undang darurat. Untuk narkoba kita kenakan pasal 114 dan 112 dengan ancaman 5-10 tahun penjara. Sedangkan senpinya kita limpahkan ke Satreskrim. Bisa kena undang-undang darurat dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara," pungkasnya. AYJ

Diancam Dibunuh, Pembantu dan Anak Pemilik Toko Zahwa Disekap Perampok

By On Februari 20, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM---Aksi tindak pidana perampokan disertai penyekapan terjadi di kota Prabumulih. Bahkan kedua perampok mengancam akan membunuh korban jika melawan. Sontak kejadian tersebut membuat warga sekitar gempar.

Aksi perampokan terjadi di Toko Zahwa Textil yang berada Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Kamis (20/2/2020) pukul 10.00 WIB. Adapun korban yang disekap yakni Eti Susanti (30) warga Karang Jaya yang merupakan beby sister serta bayi berusia 10 bulan. Kedua perampok yang memakai penutup muka berhasil menggondol uang sebanyak 10 juta.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi perampokan itu bermula saat Lia meninggalkan toko untuk menjemput anak pertamanya pulang sekolah. Saat itu, ia meninggalkan Eti Susanti di toko yang sedang mengasuh anak keduanya di lantai dua toko. Usai menjemput anaknya sekolah, Lia kembali ke toko. Ia terkejut saat melihat Eti Susanti tergeletak di lantai toko dalam keadaan terikat lakban.

Sontak saja, ia pun menjerit minta pertolongan warga. Lia pun langsung menolong dan membuka lakban yang mengikat kaki, tangan dan mulut korban.
"Aku ninggalke bibik dalam toko sambil ngasuh anak. Pas aku balek dan buka toko tibo-tibo bibik sudah terikat lakban. Ujinyo ado rampok yang masuk dari atas toko dan langsung menyekap dio," ujarnya saat dimintai keterangan oleh polisi.

Sementara Eti Susanti mengaku saat itu ia
tengah mengasuh anak majikannya serta akan sarapan pagi. Tiba-tiba mendengar suara langkah kaki orang turun dari tangga lantai tiga toko. Perampok yang berjumlah dua orang langsung menyandera dirinya. Kedua perampok mengancam korban menggunakan senjata tajam sembari meminta menunjukkan tempat penyimpanan uang milik majikannya.

"Jangan berteriak awas nanti kami bunuh. Dimana tempat penyimpanan uang. Karena takut aku sempat bilang jangan bunuh anak itu, ambil saja apa yang kamu mau," jelas Eti saat memberikan keterangan seraya mengatakan perampok mengikat dirinya menggunakan lakban dan setelah itu kabur melarikan diri melewati jendela lantai atas toko dan kemudian menghilang.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, Ipda Fredi SH menerangkan terkait aksi perampokan tersebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari korban.
"Masih kita dalami kasusnya ini. Saksi sudah kita periksa. Untuk perkembangannya nanti akan kita kabarkan," pungkasnya. AYJ



Pertamina EP Adera Field Ajak Pekerja Waspadai Penyebaran Novel Corona Virus

By On Februari 20, 2020

PALI.REPSUS.COM---PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, mempunyai tugas mencari sumber minyak dan gas untuk mencapai target produksi yang ditetapkan. Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina EP juga senantiasa menjunjung tinggi aspek Health, Safety, Security and Environment dalam setiap lini.

Salah satu implementasi aspek health dilaksanakan oleh Pertamina EP (PEP) Asset 2 Adera Field melalui sharing knowledge virus corona, Rabu (12/02). Dalam sharing knowledge yang dilaksanakan dalam Monthly Safety Meeting (MSM), materi virus corona menarik perhatian seluruh peserta yang hadir. Mengingat saat ini sedang terjadi wabah global di dunia, Novel Corona Virus (N-CoV) menjadi sangat perlu untuk diwaspadai. Materi yang berisi informasi mengenai sumber, penyebab dan cara pencegahannya ini disampaikan oleh Dr. Ervina pengurus klinik HR Adera Field.

Monthly Safety Meeting (MSM) Adera Field rutin dilaksanakan setiap bulannya. Selain agenda utama membahas mengenai safety, dalam MSM inipun kerap diisi dengan sharing informasi mengenai hal-hal yang menyangkut lingkungan kehidupan sehari-hari. Seperti isu penyebaran N-CoV yang mulai muncul di negara China dan sudah menyebar ke beberapa negara lainnya. Meskipun di Indonesia penyebarannya belum ada, namun perlu untuk diwaspadai oleh kita semua. Penyebaran virus ini tidak hanya akibat tertular dari penderita virus ini saja, namun juga dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat.

Menurut Dr Ervina, virus N-CoV ini sendiri berasal dari coronavirus hewan kelelawar yang berekombinasi dengan ular cobra, “ mengingat di wilayah Indonesia dan sekitar kita sendiri keberadaan hewan ini masih sangat mudah ditemui inilah yang menjadikan kita juga harus waspada.” Lebih lanjut Dr Ervina menghimbau agar tidak mengkonsumsi makanan ekstrim apalagi dalam kondisi tidak matang, menjaga kesehatan dan menggunakan masker yang sesuai.

Pertamina Adera Field Manager Hermansyah dalam arahannya menyampaikan, agar menjadi perhatian kita bersama tentang N-CoV yang sudah di sampaikan oleh Dr Ervina. Antisipasi terhadap penyebaran virus seperti ini juga merupakan upaya menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja atau dengan kata lain juga merupakan aspek HSSE dalam kehidupan sehari-hari. “Agar bagi pekerja yang akan melakukan perjalanan untuk selalu menggunakan masker saat berada di bandara, mengingat saat ini penyebaran virus N-CoV ini sangat mungkin dapat tersebar melalui interaksi dibandara," pungkasnya. AYJ/RIL

500 Rumah Buat Petugas Kebersihan Siap Dibangun Kementerian PUPR.

By On Februari 18, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM----Sejumlah anggota Kementerian PUPR mengunjungi kota Prabumulih. Kedatangannya untuk memastikan serta meninjau lokasi tempat akan dibangunnya perumahan yang diperuntukan bagi petugas kebersihan.

Kedatangan anggota Kementerian PUPR diterima langsung Walikota Ir H Ridho Yahya MM. Kementerian PUPR memastikan akan membangun 500 unit rumah buat petugas kebersihan kota Prabumulih melalui dana APBN Kementerian PUPR.

Kepala Satuan Kerja Penyedian Rumah Swadaya Kementrian PUPR, Sarju Bindaru mengatakan, kedatangannya guna menjalin kerjasama terkait koordinasi rencana admistrasi dan andinistrasi usulan pembangunan rumah untuk petugas kebersihan kota Prabumulih yang di perkirakan sebayak kurang lebih 500 rumah. "Untuk saat ini kita sudah melakukan peninjauhan lahan yang telah di siapkan oleh pemerintah kota Prabumulih," ujarnya kemarin sore.

Sarju Bindaru menambahkan, sebelumnya rencana ini sudah disampaikan ke bapak Persiden, dan beliau sangat mendukung. "Hasil kunjungan kami ini akan kami sampaikan kembali ke Presiden. Mudah-mudahan beliau menyetujui, sehingga apa yang diusahkan oleh pemerintah kota Prabumulih dapat segera terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM mengatakan, pemerintah kota Prabumulih terus berupaya agar dapat membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama saat ini bagi petugas kebersihan.

“Rencana persiapan 500 unit rumah bagi petugas kebersihan. Ini sebagai wujud rasa terima kasih bagi pengabdian petugas kebersihan yang ada di kota Prabumulih. Mudah-mudahan dengan lahan yang sudah kita siapkan, petugas kebersihan segera memiliki rumah yang mereka impikan selama ini,” terangnya.

Ridho pun berharap, kunjungan dari kementerian ini dapat membawa kabar baik, sehingga apa yang diharapkan dapat segera terlaksana. "Ini program Kementerian PUPR. Kita hanya menyiapkan lahan saja. Untuk anggaran nanti pihak PUPR, itu pun dari sumber APBN," pungkasnya. AYJ

Mang Alex Alias Chalik Bawa Ganja 4500 Gram dan Bobby Bawa Sabu 2,15 Gram Ditangkap Polisi

By On Februari 18, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM--Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih, Selasa (18/2/2020) dini hari berhasil menangkap dua pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja kering seberat 4500 gram dan sabu-sabu seberat 2,15 gram.

Pelaku yang ditangkap membawa ganja kering yakni Alex alias Chalik (66), warga Jalan Perwira Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat. Chalik ditangkap di Jalan Perwira No 26 RT 05 RW 05 Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat. Sedangkan Bobby Sandi  (25), warga Jalan Tugu Kecil Kelurahan  Prabumulih Timur membawa sabu-sabu. Ia ditangkap polisi di Perumnas Gunung Ibul 1.

Informasi yang dihimpun, penangkapan keduanya berawal dari Satres Narkoba Polres Prabumulih mendapatkan informasi bahwa rumah Chalik dijadikan gudang tempat penyimpanan ganja kering. Lalu beberapa anggota Satres Narkoba melakukan penyelidikan.

Sekira jam 02.00 WIB tim opsnal melakukan pengamanan terhadap Chalik. Kemudian tim opsnal didampingi satpam Puskesmas Barat melakukan penggeledahan di dalam rumah. Petugas terkejut saat menemukan 4 paket besar daun ganja kering yang dibungkus lakban coklat. Chalik pun beserta barang bukti digelandang ke Polres Prabumulih.

Berselang beberapa menit tim opsnal Satres Narkoba Polres Prabumulih kembali mendapatkan informasi ada seorang bandar sabu yang akan bertransaksi dengan pembelinya. Selanjutnya tim bergerak ke lokasi yang di maksud.

Dan benar pada jam 03.00 WIB tim opsnal Satres Narkoba mengamankan seorang laki laki sedang berjalan kaki yang gerak geriknya mencurigakan. Lalu petugas
disaksikan oleh RT melakukan penggeledahan di rumah Bobby. Dan ditemukan 11 paket klip bening barang narkoba jenis sabu sabu yang di balut dengan tissue. Bobby pun beserta barang bukti digelandang ke Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama SH mengatakan kedua pelaku sudah masuk dalam target operasi pihaknya karena kerap mengedarkan ganja dan sabu-sabu.  Barang bukti yang berhasil kita amankan yakni ganja kering seberat 4500 gram dan sabu-sabu seberet 2,15 gram.

"Keduanya masih kita periksa secara intensif untuk mengetahui asal dari mana kedua barang tersebut. Untuk pelaku ganja kita kenakan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku pengedar sabu kita kenakan pasal 112 ayat 1 dan 2 dengan ancaman 5-10 tahun penjara," pungkasnya. AYJ



Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Walikota Pimpin Rapat Pengentasan Kemiskinan

By On Februari 17, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM---Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Senin (17/2/2020) menggelar rapat koordinasi terkait pengentasan kemiskinan tahun 2020. Program pengentasan kemiskinan ini merupakan program nasional.

"Saat ini di kota Prabumulih tingkat angka kemiskinannya masih tinggi. Dari data Dinas Sosial Prabumulih mencapai 12,879 KK miskin. Maka dari itu dibentuklah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kota Prabumulih untuk memverifikasi dan validasi masyarakat kurang mampu," ujar Ridho Yahya.

Dengan diberikannya amanat 1 OPD untuk 1 kelurahan/desa, lanjut Ridho Yahya, diharapkan tiap kepala OPD membentuk timnya sendiri. Dimana agar proses pendataan lebih cepat terselesaikan.

"Adapun pendataan dari rumah ke rumah ini dapat dinilai dari kondisi rumah, jumlah anak, pekerjaan, kesehatan dari warga penghuni rumah tersebut. Kerjakan dengan cepat, benar dan akurat, tinggalkan pribahasa lama biar lambat asal selamat," katanya.

Ridho menerangkan, karena data yang sudah valid nantinya akan berpengaruh terhadap berkurangnya angka kemiskinan. "Fokus kita dalam 2-3 tahun kedepan kemiskinan di Kota Prabumulih bisa terselesaikan," tegasnya.

Sementara Sekda Pemkot Prabumulih Elman ST MM juga berpesan agar data yang didapat dapat di dokumentasikan dan di pertanggung jawabkan. "Harus by name by address, monitoring 3 bulan kedepan untuk melihat naik turunnya persentase pendapatan mereka. Bila perlu siapkan satu operator di kantor masing-masing OPD untuk mempermudah dalam update data. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kerjasama yang baik," tandasnya.

Turut hadir dalam rapat, Staf Ahli, Asisten I, Ketua TP-PKK Prabumulih Hj Suryanti Ngesti Ridho, Seluruh Kepala OPD, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. AYJ


Pertamina Asset 2 Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran SPG VI Lembak

By On Februari 17, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM----Pertamina Asset 2 Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran SPG VI Lembak. Dalam simulasi itu, tujuh orang pekerja Pertamina EP Asset 2 korban kebakaran Stasiun Pengumpul (SPG) VI Lembak dilarikan kerumah sakit pada Kamis,13/02/2020.

Korban adalah dua orang operator SKG  mengalami luka bakar berat dan lima orang tim pemadam mengalami cedera ringan. Hal itu diungkapkan Ndirga Andrisisworo, Incident Commander (IC) Level I Pertamina EP Prabumulih Field di ruang  media center gedung kantor Prabumuih Field.

Dalam press conference, Ndirga Andrisisworo selaku IC Level I menjelaskan, seluruh pekerja di SPG IV lembak sudah berhasil  kami evakuasi, dan tujuh orang korban saat ini dalam perawatan tim medis di rumah sakit. "Penyebab kebakaran masih dalam investigasi dan saat ini Emergency Respond Team sedang fokus pemadaman api agar tidak membesar," ungkapnya.

Informasinya kejadian berawal adanya serine tanda keadaan darurat di Stasiun Pengumpul Gas (SPG) VI Lembak menyala, seluruh pekerja mendadak panik. Ketika karyawan tengah melakukan aktivitasnya tiba-tiba salah satu Glycol Contractor (Vessel Vertrikal yang berfungsi untuk mengeringkan gas alam) C-700 terbakar.

Mengetahui adanya kebakaran tersebut, aktivitas di SPG Lembak langsung terhenti dan sejumlah karyawan langsung berhamburan menuju titik kumpul (Muster Point) yang ada di luar pagar SPG VI Lembak. Sementara, sejumlah pekerja lainnya terlihat langsung berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan pemadam yang ada dilokasi.

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran 200 LL Foam pemadam tiba dilokasi. Namun bukannya padam, kobaran api justru kian membesar karena hembusan angin. Kobaran api yang kian membesar itu, menyambar tangki kondensat C hingga membuat seorang operator terpapar panas dan seorang lainnya pingsan lantaran mengalami luka bakar berat di bagian kepala. 

Selain itu, lima orang personil pemadam kebakaran mulai kelelahan dan terdapat cedera ringan. Kondisi api sulit dikendalikan sehingga dibutuhkan bantuan tambahan alat pemadam dan para ahli pemadaman api.

Kondisi sosial masyarakan semakin tidak terkendali karena puluhan warga yang tinggal disekitar SPG IV Lembak mulai berdatangan untuk komplain dan meminta Pertamina EP bertanggungjawab atas polusi udara akibat gas yang menyebar kepemukiman.

Melihat kondisi tersebut, Field Manager Prabumulih langsung mengumumkan status emergency naik ke level II sehingga membutuhkan bantuan dari Asset 2. Selanjutnya, GM Asset 2 langsung mengambil alih Incident Commender dan mengaktifkan Incident Management Team (IMT) di Gedung Kantor Asset 2.

Astri Pujianto, Incindent Commander Level II memberikan arahahan kepada seluruh anggota IMT dan berkoordinasi kepada seluruh stakeholder  untuk meminta bantuan dalam  penanggulangan kebakaran.  IC berhasil mendatangkan bantuan dari luar Asset 2 berupa 2 unit Mobil Pemadam Kebakaran dari Pemkot Prabumulih, 2 Unit 2 unit Mobil Pemadam Kebakaran RU III Plaju serta tim Fire Fighter berikut para ahlinya.

Dengan mengikuti arahan dan perintah oleh On Scene Commander, para petugas  dilokasi kebakaran akhirnya Si Jago Merah berhasil ditaklukan (dipadamkan) dalam waktu singkat. Tak hanya itu saja, ceceran kondesat berhasil dibersihkan petugas HSSE dan warga masyarakat kembali kondusif berkat bantuan stakeholders. Peristiwa tersebut, merupakan simulasi Emergency Respon ICS Asset 2 (penanggulangan kebakaran) yang dilakukan Pertamina EP Asset 2.

General Manager PT Pertamina EP Asset 2, Astri Pujianto didampingi Manager HSSE, Irwan Gasgoro dan Asmen Government dan PR, Setyo Puji Hartono ketika dikonfirmasi mengatakan, simulasi tersebut dilakukan agar semua pekerja Pertamina EP Asset 2 selalu siap lantaran bekerja dalam kondisi yang beresiko tinggi, biaya tinggi dan teknologi tinggi.

“Kita bekerja produksi minyak dan gas yang gampang sekali terbakar, karena itu perlu berlatih supaya jika terjadi hal yang real (nyata), kita benar-benar seluruh personil ini sudah tahu apa yang harus dikerjakan dan sudah tahu dia harus berbuat apa sehingga yang terjadi dilapangan  tidak semakin parah dan cepat diitanggulangi,” kata Astri Pujianto.

Dikatakan Astri, berdasarkan hasil evaluasi terhadap simulasi pihaknya menemukan hal yang belum sempuran. “Artinya disini dalam hal koordinasi dan alat komunikasi itu menjadi evaluasi kita, kedepan harus diperbaiki karena tadi terjadi link komunikasi yang tidak bagus antara dilapangan dengan kantor GM Asset 2 sebagai Pusat Komando Incident Managemet Team, ini akan kita evaluasi,” pungkasnya. AYJ/RIL

Ruang Logistik Sat Binmas dan Satreskrim Polres OI Terbakar

By On Februari 17, 2020

OGAN ILIR.REPSUS.COM----Jajaran personil Polres Ogan Ilir, Senin (17/2/2020) pukul 07.20 WIB usai mengikuti apel pagi mendadak panik. Pasalnya, gedung ruangan logistik Sat Binmas serta ruangan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Ogan Ilir mengalami kebakaran hebat.

Sontak, kejadian itu membuat petugas berjibaku memadamkan kobaran api yang telah membesar. Dalam upaya pemadaman api satu buah mobil Awc Polres Ogan Ilir dikerahkan termasuk dua mobil PBK Pemkab Ogan Ilir,  satu unit mobil PBK Unsri, satu  unit mobil BPBD Ogan Ilir serta secara manual.

Beruntung dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kuat dugaan untuk penyebab kebakaran api di perkirakan berasal dari konseling arus listrik.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi ketika dikonfirmasi membenarkan perihal kebakaran yang menimpa gedung logistik Sat Binmas Polres Ogan Ilir dan merambat menghanguskan gedung Sat Reskrim.
"Saat ini api sudah padam. Penyebabnya masih diselidiki tapi kuat dugaan kuat karena konsleting listrik," pungkasnya. AYJ



Buron 2 Tahun Pencuri Pendrol PT KAI Tertangkap

By On Februari 15, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM---Menjadi buronan polisi selama 2 tahun lamanya membuat Randi Saputra (22) harus meninggalkan kota Prabumulih. Selama pelariannya itu, Randi rupanya kangen kampung halamannya.

Merasah kasusnya telah selesai, Randi memutuskan untuk pulang ke rumahnya di Jalan A Hamid RT 02 RW 02 Kelurahan Pasar Kecamatan Prabumulih Barat.
Sialnya, sepulang pelariannya keberadaan Randi tercium jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polsek Prabumulih Barat.

Tanpa ada rasa bersalah, Randi melakukan aktivitas nongkrong bersama temannya di lorong Sinar Baru Grande Kelurahan Pasar. Polisi yang telah lama mengintainya lalu bergerak dan langsung menangkapnya, Jumat (14/2/2020) sore. Randi yang kaget hanya bisa pasrah saat digelandang ke kantor Polsek Prabumulih Barat.

Berdasarkan keterangan ke penyidik Reskrim Polsek Prabumulih Barat Randi mengakui terlibat pencurian besi milik PT KAI pada Minggu 25 Maret 2018 sekira pukul 23.30 WIB, yang bertempat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Patih galung Kecamatan Prabumulih Barat. Pencurian besi rel PT KAI dilakukan bersama dua teman yakni Septian dan Dian.

"Besi rel kami potong-potong menggunakan alat gergaji besi. Lalu besi kami jual dan uangnya bagi bertiga. Mengetahui teman saya tertangkap polisi, saya kabur melarikan diri," ujar Randi.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Marsal didampingi Kanit Reskrim Ipda Darmawan mengatakan, Randi ditangkap berdasarkan laporan PT KAI dengan nomor Laporan Polisi No : LP/B- 11/III/2018/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Barat.

"Randi menjadi DPO Polsek Prabumulih Barat selama 2 tahun lamanya. Ia terancam pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun penjara. Sementara dua temannya sudah menjalani hukuman," pungkasnya. AYJ


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *