HEADLINE NEWS

BSB Himbau Warga, Uang 100 Ribu Cacat Untuk Ditukar

PRABUMULIH.REPSUS.COM---Uang hasil cetakan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang dinilai tidak layak atau cacat belakangan ini beredar di kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk mengantisipasi keresahan, Bank Sumsel Babel Cabang kota Prabumulih menghimbau warga bilamana menemukan uang cacat tersebut untuk ditukar kembali ke pihaknya.

Uang dengan nominal Rp100.000 dalam kondisi rusak tersebut pertama kali ditemukan ES, salah seorang warga Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur, Selasa (23/6/2020) kemarin. Uang nominal Rp100.000 tersebut rusak bagian sisi gambar nominal yang terpotong.

"Uang tersebut saya terima dari teller bank Sumsel Babel. Saat transaksi saya baru ketahui kalau ada sejumlah uang yang ternyata gambar di uang kertasnya rusak," kata ES, Rabu (24/6/2020).

Ia menjelaskan uang tersebut baru diketahui rusak setelah membelanjakannya ke Counter Handphone (HP). Saat hendak meninggalkan Counter tempatnya mengisi pulsa itu, tiba-tiba pemilik Counter menegurnya dan tidak mau menerima uang yang diberikan Epan tersebut karena rusak.

"Saya tidak tahu kalau uang itu rusak apalagi itu saya dapat dari bank langsung. Makanya begitu tahu, saya kaget karena memang uangnya banyak rusak," tutur dia seraya menuturkan meski yakin asli, tapi uang tersebut tak bisa dibelanjakan karena tidak ada yang mau menerima.

Mendapati hal itu, ES pun langsung mengembalikan uang nominal Rp100.000 lebih kurang sekitar Rp6 jutaan yang diterimanya dari bank Sumsel Babel saat itu. "Alhamdulillah, pihak bank menerima waktu saya kembalikan dan ditukarkan dengan uang yang lain. Seharusnya uang salah cetak itu tak boleh beredar di masyarakat," imbuhnya.

Terpisah, Wakil Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel, Nina Pratiwi mengaku sejumlah uang rusak tersebut diterima pihaknya dari pihak Bank Indonesia (BI). Pihaknya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah menginformasikan dan menemukan uang yang cacat tersebut.

Menurutnya, kasus penemuan uang rusak yang lazim disebut missprint atau kesalahan cetak itu terjadi karena proses pencetakan tak sempurna dari Peruri. "Walaupun uang itu cacat tapi kan sedikit dan asli. Kalau melihat dari fisiknya uang itu 70 persen masih layak dan cacatnya sedikit ya," ujarnya.

Namun pada prinsipnya, kata Nina uang salah cetak itu idealnya tidak terdistribusi dan beredar di masyarakat. Akan tetapi, ketika masyarakat menerima uang seperti itu dalam hal ini dari bank Sumsel Babel. Nina menyarankan untuk menukarkannya kembali ke pihaknya.

Syaratnya, sambungnya uang tersebut memang terbukti asli dan diterima masyarakat dari pihak bank serta unsur-unsur pengamannya masih dapat dikenali. Jadi sebaiknya uang itu tidak digunakan atau dibelanjakan. "Uang rusak tersebut bisa kita terima dan ditukarkan kembali. Baik di kantor cabang ataupun di kantor kas pasti kita terima. Kita menghimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir," pungkasnya. AYJ

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *