HEADLINE NEWS

Polres Prabumulih Grebek Truk Modifikasi Muatan Solar Bersubsidi


PRABUMULIH.REPSUS.COM----Anggota Polres Prabumulih dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Pidana Khusus (Pidsus) menangkap satu unit mobil truck Mitsubitshi colt diesel BG 8630 BC, dengan tangki bahan bakar sudah di modifikasi muatan bio solar bersubsidi. 

Polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yakni Fahrulrozi (37 ) warga Desa Kasai Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim dan Sukemi (47) warga Desa Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan  Kabupaten Muara Enim. 

Kedua pelaku dan barang bukti ditangkap pada Senin (11/4/2022) pukul 17.30 WIB di Jalan Lingkar Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur. Demi kepentingan penyelidikan keduanya beserta barang bukti yakni 1 unit mobil truck mitsubitshi colt diesel warna kuning nopol BG 8630 BC, 1 tedmon ukuran 1000 liter, 2 drum bahan plat ukuran 200 liter, 1 mesin air merk shimizu, 1 mesin genset merk ecolite, 1 buku notes warna kuning yg berisi catatan pembelian bio solar, dan 650 liter bahan bakar minyak jenis bio solar diamankan di Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIk SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Jailili SH mengatakan berawal adanya laporan terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis bio solar. Lalu tim Pidsus Reskrim Polres Prabumulih langsung melakukan penyelidikan.

"Dilakukan pengintaian dan anggota berhasil memergoki kedua pelaku beserta kendaraannya. Hasil pemeriksaan truk ternyata tangki bahan bakar mobil sudah di modif di bagian kiri dan kanan. Dari tangki mobil kemudian dialirkan ke bak truck menggunakan mesin air untuk di tampung tedmon berukuran 1000 liter dan 2 drum bahan plat berukuran 200 liter," ujar Kasat Reskrim, Kamis (14/4/2022) pagi.

AKP Jailili SH menambahkan, bahan bakar bio solar tersebut di dapat oleh pelaku dari SPBU yang ada di Kota Prabumulih. Dengan cara melakukan pengisian berulang kali. "Keterangan pelaku bahan bakar minyak subsidi jenis bio solar tersebut akan di bawa ke Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim," katanya.

Untuk kedua pelaku, sambung Kasat Reskrim, terbukti menyalagunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau liquefied petrolium gas yang di subsidi pemerintah. "Sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 undang - undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dan telah di ubah dalam undang - undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Kedua pelaku terancam diatas 5 tahun kurungan penjara," pungkasnya. DRE

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *